Salah Saji Material (Material misstatement)
Kesalahan pencatatan akuntansi dapat menyebabkan salah saji material pada pelaporan keuangan. Salah saji material pada pelaporan keuangan mengacu pada pengertian bahwa keputusan pengguna laporan keuangan akan terpengaruh/terkecoh oleh ketidakakuratan informasi yang terjadi karena salah saji tersebut. Secara umum salah saji material dapat dikategorikan menjadi 2: kualitatif dan kuantitatif. Contoh salah saji yang kategori pertama adalah kesalahan pengelompokan rekening di pelaporan keuangan. Semisal pinjaman dari bank yang berumur kurang dari 1 tahun (current) dilaporkan di rekening pinjaman jangka panjang (non-current). Efek dari kesalahan ini bisa berakibat pada tidak akuratnya perhitungan rasio lancar (current ratio) dan perbandingan hutang pada modal (debt to equity ratio). Contoh salah saji kategori kedua adalah kesalahan pencatatan piutang dari pelanggan. Semisal, angka yang seharusnya $1.56 juta tercatat menjadi $1.65 juta akibat kesalahan analisis data. Hal ini menyebabkan aktiva perusahaan menjadi lebih besar dari seharusnya.
Kesalahan pencatatan akuntansi juga bisa dikategorikan menjadi 2: kelalaian dan kecurangan. Kelalaian (error) mengacu pada kesalahan akuntansi yang dilakukan secara tidak sengaja diakibatkan oleh salah perhitungan, salah pengukuran, salah estimasi serta salah interpretasi standar akuntansi. Kategori kedua, kecurangan (fraud) mengacu kepada kesalahan akuntansi yang dilakukan secara sengaja dengan tujuan meyesatkan pembaca/pengguna laporan keuangan. Tindakan ini dilakukan dengan motivasi negatif guna mengambil keuntungan sebagian pihak. Singkatnya, kedua kategori kesalahan akuntansi di atas dibedakan oleh motif tujuannya, apakah sengaja (unintentional) atau sengaja (intentional).
Karena kelalaian akuntansi sifatnya tidak disengaja dan standard akuntansi pun memberikan “ruang” untuk memperbaikinya, maka tipe kesalahan ini tidaklah terlalu patut untuk dirisaukan. Yang menjadi masalah saat ini adalah kesalahan akuntansi yang disengaja (fraud) yang selanjutnya akan kita sebut sebagai kesalahan akuntansi. Berdasarkan tipe transaksinya, kecurangan akuntansi dapat dibagi menjadi: menjual lebih banyak (selling more), pembebanan lebih sedikit (costing less), memiliki lebih banyak (owning more), memiliki lebih sedikit (owning less), menyajikan lebih baik (presenting it better) dan tipe lain kecurangan akuntansi (others).


10 comments:
Ikutan gabung nih, walau ga tau banyak tentang akuntansi....
Teknologi saat ini sudah sangat membantu agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan (pengetikan manual).
Kecurangan akuntasnsi dalam pelaporan keuangan bagi saya sama dengan manipulasi data. Apalagi tujuannya kalau bukan : mengambil keuntungan sebagian pihak.
Apalagi kesalahan pengklasifikasian pos-pos keuangan yang "dianggap tidak salah" (disengaja). Apalagi jika auditor keuangan berada dalam sistem departemen keuangan.... Apa bisa dijamin bahwa tidak ada kecurangan akuntansi/ manipulasi data ?
Kalau sudah begini, bagaimana menghindarinya ya?
Thanks komentarnya mbak,
ada beberapa hal:
1. Internal Akuntan/Auditor;
sudah selayaknya kode etik profesi akuntan dan auditor ditegakkan. Ini lebih mudah untuk dikatakan ketimbang dilaksanakan, karena kode etik juga dipengaruhi kondisi dan sistem lingkungan kerja yg bersangkutan. Tapi yang pasti, kode etik profesi ini haruslah diemban dengan bertanggung jawab
2. Eksternal;
pihak2 yang berkaitan dengan bidang akuntansi harus melakukan kontrol yg ketat terhadap profesi ini. Profesi akuntan/auditor adalah profesi penting penunjang suksesnya perekonomian negara, karena di tangan mereka penyajian sumber2 ekonomi perusahaan/negara, kita serahkan. Faktor pengawasan ini termasuk fungsi direktorat pembinaan dan pengawasan akuntan/jasa penilai Depkeu. Terakit dengan itu, UU Akuntan Publik juga perlu segera disahkan agar profesi ini makin memiliki aturan yg jelas.
3. Sistem;
Sistem yang baik akan menghasilkan output yang baik. Tapi sistem ini lumayan berat, karena kita harus bersinggungan dengan banyak pihak.
Pendek kata, urusan kecurangan akuntansi dalam pelaporan keuangan, bukan melulu urusan akuntan, auditor atau depkeu, tapi juga kita semua, hehehe.
Salam hangat,
Gatoso
hai mungkin baru ketemu aj..
fraudulent financial accounting tu dah jadi tren yah,,
karena klo dilihat diraba diterawang memang butuh untuk pihak2 yg "lapar"
trus klo diliat dari peran teori akuntansi dalam mengatasi munculnya kecurangan tersebut gmana?
masih belajar bgt ini
ad reverensi tidak???
ikutan dongs, pengen tau banyak artikel-artikel akuntansi. sama mau tanya apa perbedaan kerangka konseptual ak umum dan kerangka konseptual Ak. Pemerintah.
thank ya. moga tambah greget deh.
@anonim1: kecurangan dlm lap.keuangan bkn-lah hal yg baru. Kecenderungan untuk memanipulasi ini akan selalu ada dlm diri para manajer perusahaan, tinggal bagaimana mekanisme pengendalian internal yg ada di perusahaan tsb.
@anonim2: referensi cukup banyak di media online atau offline. Di media online silahkan ketik kata kunci accounting fraud atau accounting irregularities. Sementara buku, baru2 ini terbit buku dari Pak Hans Tuanakotta yg berjudul Akuntansi Forensik (Salemba Empat, 2008), di dalamnya memuat masalah kecurangan akuntansi juga.
@ulin:Rerangka konseptual Akt Swasta dan Akt Publik pada prinsipnya hampir sama, perbedaan utama di antara keduanya adalah tujuan operasi dari organisasi tsb, Akt Swasta bertujuan mecari laba, sementara Akt publik fokus ke Kinerja dan Pelayanan.
Semoga menjawab,
Best,
gatoso
saya mau tanya ada tidak masalah profesi akuntansi yang dipengaruhi oleh lingkungan bisnis???
hallo salam kenal yach, memang benar tentang apa yang dikemukakan, namun perlu diingat bahya dijaman moderen saat ini kecurangan yang tidak disengaja sudah sangat kecil kemungkinannya untuk terjadi, karena sudah banyak program akuntansi yang dapat membrikan balancing dari setiap transaksi. Nah sekedar info....., untuk meminimize kecurangan yang disengaja, banyak perusahaan mengedepankan paham decentralisasi system dan yang mengacu pada temporery account methode, yang mampu memberikan kontrol lebih pada sub ledger accounting.
from bitsvanhollen
teori akuntansi punya peranan ga dalam mengurani kecurangan akuntansi??
Untuk membuat laporan keuangan otomatis, sebenarnya bisa menggunakan software akuntansi yang memiliki feature Auto-Journaling System, yaitu tiap transaksi yang terjadi langsung membentuk jurnal dan berpengaruh terhadap saldo akun/perkiraan yg terlibat dalam jurnal tersebut secara otomatis.
Software yang sudah memiliki kemampuan pencatatan keuangan seperti ini adalah Armadillo Accounting System.
bisa dikunjungi di website resminya sekaligus gratis download.
http://www.armadilloaccounting.com dan http://www.radiansystem.com
Post a Comment